CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Wednesday, June 20, 2012

I'm Still Here,Waiting For You


  A
 pa yang kalian fikirkan jika kalian menyayangi seseorang sejak lama tapi orang itu tidak menyadarinya?Mungkin sebagian dari kalian berfikir,itu adalah tindakan terbodoh didunia.Atau kalian akan menyerah begitu saja.Tapi tidak untuk gadis seperti ku,Vanessa Hyland .
            Aku menyayangi sahabat ku sendiri yang sudah ku pendam sejak 3 tahun lalu,sejak kami masih di Junior High School.Sekarang,aku sudah kelas 1 di Senior High School di Beverly Hills.Dia adalah Josh Dawson.Kami sebenarnya sangat dekat,saking dekatnya kami malah dikira berpacaran.
            Rumah ku dan rumah Josh  berdekatan.Well,sebenarnya kami bertetangga.Jadi jika aku membuka jendela kamarku yang ada di lantai satu otomatis aku akan melihat jendela kamar Josh di rumah seberang.Hal ini akan menjadi lebih sempurna jika aku dan dia berpacaran.Sayangnya itu benar-benar tidak pernah terjadi.
            Josh.Dia cukup popular disekolah.Dia anggota inti tim basket disekolahku.Bisa kalian bayangkan,berapa banyak gadis yang mengejar-ngejarnya?Yang jelas,mereka semua lebih sempurna dari pada aku.Kadang,ada beberapa gadis yang bahkan menerorku karena aku sangat dekat dengannya.Seperti menitipkan salam dan hadiah untuk Josh.Itu mengerikan bukan?
            Aku disini hanya sebagai “Tukang Pos” untuk mereka.Apalagi jika Josh punya pacar.Percaya atau tidak sejak Junior High School semua gadis yang pernah berpacaran dengannya pasti dekat denganku.Maksudku,aku jadi tahu mereka padahal sebelumnya aku tidak tahu.Kadang,Josh meminta bantuan padaku jika dia akan pergi dengan gadis nya.Seperti tempat apa yang cocok dan apa yang harus dia berikan pada gadisnya jika ada hari special.Jika aku jadi pacar Josh,aku tak akan meminta apapun.Karena hanya dengan kehadirannya dan bisa melihatnya tersenyum itu sudah lebih dari cukup untukku.
            ***********************************************************
Beverly Hills High School
On March, 1st 2012
           
“okeh,jadi sudah berapa lama aku menjombo,Eh?”Tanya lelaki yang berjalan disampingku pagi ini di koridor Beverly Hills High School.Aku memutar bola mataku malas.Ayolah,dia baru 3 bulan hidup tanpa pacar.
            “Baru tiga bulan,Josh.Kau kemarin juga bertanya seperti itu.”Jawabku malas.Josh menghela nafas lalu kembali berkata.
            Please bantu aku,Vans.”Aku berhenti dan menatapnya sambil mengerutkan dahi.Apa coba maksudnya?
            “Carikan aku pacar,Nessa.”Lanjut Josh setelah melihat raut wajahku yang bingung.Aku sedikit tersentak dengan ucapannya barusan.
            “Kau tak perlu mencari gadis lain Josh.Aku disini,aku tulus mencintaimu.Kau tak pernah melihatku?Kita sudah bersama selama tiga tahun,dan kau tak pernah menyadarinya”Batinku.
            “Nessa?Vanessa!”Josh Melambaikan tangannya didepan wajahku.Aku mengerjapkan mata beberapa kali sebelum akhirnya kembali dari lamunanku kedunia nyata,dunia yang menyakitkan.Aku berjalan,berharap Josh melupakan permintaan tolong nya padaku barusan.
            “Ayolah,Nessa.Bantu aku.Kau kan perempuan dan kau punya teman perempuan juga.Tak bisa kah kau mengenalkanku pada salah satu dari mereka?”Dia kini sudah disampingku lagi.Dengan tangannya yang menarik-narik tangan ku.
            “Josh,dengar.Kau itu populer.Tak perlu mencari,bahkan gadis-gadis itu akan datang padamu dengan sendirinya.Kau tak perlu mencarinya,dia ada didekatmu.Josh”Kataku mencoba memberinya pengertian.Josh mengehela nafas dan kembali berkata,
            “Ayolah,Ness..Kau kan sahabatku.”Aku memutar bola mataku dan kembali berhenti.
            “Okeh,akan ku jodohkan kau dengan Lily.Bagaimana?”Tawarku sambil mengangkat sebelah alisku.Josh terdiam.Ia seperti menggumamkan nama ‘Lily’
            “Oh,Wait!Lily Monteith?Gadis IPA yang dikepang dua dan memakai kacamata tebal itu,Eh?!No way!seriously,Vans!”Katanya ketika dia ingat kalau Lily adalah anak Nerdy disekolahku.Walau begitu,dia baik.Aku tak sungkan berteman dengan Lily.Aku terkekeh mendengar jawaban Josh yang menolak mentah-mentah tawaranku lalu kembali kami berjalan ke kelas dengan Josh yang masih saja meminta bantuan padaku.
            ***********************************************************
Beverly Hills
On March 20th 2012     

“hey!”Pekikku ketika seseorang menarik Headphone Putih dari telingaku dan menempelkannya di telinganya.Josh.
            “Ini lagu siapa,Vans?”Tanya Josh ketika Headphone ku sudah melekat ditelinganya dengan benar.
            “Kina Grannis,In Your Arms.Why?”Kataku.
            Nope”Dia duduk disampingku di taman sekolah saat jam pulang.Ya,aku memang lebih suka disini dulu sebelum pulang.Kadang belajar kadang hanya membaca novel ku sambil mendengarkan musik dari Ipod ku.Seperti sekarang,aku hanya membaca novel Catching Fire ku dan mendengarkan lagu.Sebenarnya aku juga menunggu Josh pulang latihan basket.Saat seperti inilah yang aku senang.Bisa duduk bersebelahan dengan Josh.
            “Kenapa sih kau selalu membaca novel yang pasti berganti-ganti setiap 2-3 hari sekali?”Tanyanya sambil melirik sampul novel ku yang berwarna merah dan bertuliskan Cathing Fire dan Suzane Collins.
            “Karena buku sebelumnya sudah tamat,Josh”Jawabku.Josh memutarkan bola matanya dan kembali memandang lurus kedepan.Sudut bibirnya terangkat sedikit hingga membuat sebuah senyuman kecil.
            “Kebiasaanmu dari dulu tak pernah berubah.Cepat jika membaca.Jadi,buku itu sepertinya masih berkaitan dengan novel yang kau bawa dua hari lalu.Apa judulnya?Hungry apa,Vans?”
            Aku memutar bola mataku sakratis,
            The Hunger Games,Josh”
            Thats i mean!Aku hanya pura-pura lupa,Vans”Katanya tak mau disalahkan.Aku mendelik menatapnya,lalu aku tertawa.Kami tertawa.Tertawa sebagai seorang sahabat,tak lebih.
                        *****************************************************
Beverly Hills
On March,30th 2012

“Jadi,kau benar akan ke Australia,Vans?”Tanya Josh.Kini kami sedang berada dirumah pohon yang Ayah Josh buat saat kami masih kelas 2 Junior High School.Karena kami selalu bertengakar dan Ayah Josh bilang,rumah pohon selalu bisa menjadikan kalian sahabat baik.Dan dia benar.Kami jadi sahabat sekarang.Hanya beberapa kali bertengkar tapi akhirnya kami berbaikan lagi karena kami sama-sama akan datang ketempat ini jika kami sedang bermusuhan untuk menenangkan diri.
            “Hm-hm”Jawabku dengan gumaman.Aku sebenarnya tak mau ke Australia karena itu berarti aku tak akan bertemu Josh untuk waktu yang lama.Aku mendengar Josh menghela nafas sambil menggoyakan kakinya keudara dari ujung Rumah Pohon ini.
            “Berapa lama,Vans?”Tanyanya lagi setelah hening beberapa detik.
            “Hanya sampai Juni,Josh.Itu karena ada urusan Bisnis keluargaku di Australia.”Jawabku.
            “Biasanya kau kan tidak ikut.Kenapa kau sekarang ikut?”Terdengar kekecewaan disuaranya.
            “Biasanya aku juga tak dipaksa ikut.Tapi kali ini,Ayahku memaksaku ikut.”Jelasku pada Josh.Hening.Hening terjadi cukup lama.Beberapa menit sampai sebuah tangan  menggenggam tangan kananku erat.Seolah tak mau melepaskan.
            “Berjanjilah kau tak akan lupa padaku,Vans.Dan kau akan pulang pada bulan Juli saat Liburan.”Suara si pemilik tangan yang sedang duduk disampingku membuatku tersenyum.
            I Promise”balasku singkat.Josh,-yang tangannya masih menggenggam tanganku-menatap lurus kedepan.Menatap daun-daun dari pohon Maple yang berguguran tertiup angin.
            “Apapun akan kuberikan asal detik ini juga waktu bisa kuhentikan.Aku tak mau Josh melepas genggamannya.Aku ingin seperti ini terus.”Bisikku pada diri ku sendiri.
            “Kau berangkat besok kan?Aku akan mengantarmu kebandara.”Ucapnya memecah keheningan.Aku mengangguk dan kami kembali terdiam.Larut dalam pikiran masing-masing.Membiarkan angin ikut menerbangkan pikiran kami.
            ************************************************************
Beverly Hills’s International Airport
On March,31st 2012
            Aku menarik koper biru tuaku –yang terlihat agak kehitaman- saat turun dari mobilku.Aku akan berangkat 30 menit lagi,tapi Josh belum juga terlihat.Dia bilang akan datang mengantarku di bandara.Aku duduk di kursi yang disediakan untuk menunggu.Aku melihat Jam Gucci biru mudaku yang melingkar di tanganku,menghela nafas dan kembali melihat ke segala arah untuk menemukan Josh.
            15 menit berlalu..
            Panggilan untuk pesawatku sudah berbunyi.Ayah dan Ibuku menyuruhku segera naik tapi aku tidak mau.Aku hanya memberikan koper ku pada Ayah agar membawanya terlebih dahulu.Aku akan menunggu 5 menit lagi.
            “Vanessa!”Suara yang sudah tak asing lagi bagiku terdengar.Aku berdiri dari kursiku dan mencari-cari siapa yang memanggilku.Ku lihat seorang lelaki melambaikan tangannya padaku dan sedetik kemudian kulihat dia berlari kearahku.Lelaki dengan Kaos putih dan Jeans Hitam yang ku kenal.Josh Dawson.
            I’m sorry i’m late”Ucapnya sambil memelukku.Tak bisa kutahan lagi,air mataku mulai membasahi pipiku.Aku tau aku akan kembali nanti.Aku hanya bingung,Josh menganggapku apa sekarang?
            Well,be careful in Ausi,Vans!Aku akan menghubungi mu nanti.Jangan lupa menghubungiku juga okeh?Aku tak mau hilang kontak denganmu.”Jelasnya ketika dia melepaskan pelukannya.Aku mengusap pipiku yang basah karena airmata dan tersenyum.
            “Tentu,Josh!Jaga Rumah Pohon dengan baik.”Balasku sambil menepuk pundaknya.
            Panggilan bahwa pesawat yang aku tumpangi sudah akan berangkat 5 menit lagi.Aku harus segera naik.
            Okay,Josh.Kau tau aku harus segera naik pesawat itu atau aku akan ditinggal.”Ucapku sambil tertawa canggung yang diikuti tawa Josh.Aku memeluk Josh sebentar dan berjalan menjauhinya.Aku menghela nafas sebelum menaiki pesawat.Dan selanjutnya aku sudah berada diudara.
            ***********************************************************
Sidney,Australia
On April,3rd 2012

“Josh!You know what?!Aku benci dengan sekolah sementaraku!Membosankan.”Umpatku pada Josh.Kami sedang Videocall via Skype.Josh terkekeh mendengar kekesalanku yang secara harfiah sangat tidak lucu.
“Sebenarnya,mungkin membosankan karena tidak ada aku.Iya kan?”Godanya padaku yang membuat pipiku merah.Aku berharap Josh tidak melihat dengan jelas pipiku yang memerah ini.Josh tertawa dari sana.
Hey,Look!Pipi mu memerah,Vans!”Kata Josh yang diiringi tawanya.Astaga!
“Hentikan,Josh.not funny!”Bentakku.
“Tak apa jika kau merindukan ku.Aku juga merindukan mu,Vans”Balasnya dengan pelan dan tersenyum.
Deg!
Apa katanya?Dia merindukan ku?Yang benar saja!God...
            “Okeh,sudah malam disini.Aku harus tidur okay?Byee..”Aku menutup Laptop Apple ku sambil tersenyum mengingat kejadian tadi.Sejak tanggal satu,Josh menjadi seperti ..seperti dia menyukaiku.Aku bukan merasa besar kepala tapi saat tanggal 1 april lalu,Josh mengirimiku E-Mail dengan panggilan “Baby” padaku.Dia tak pernah memanggilku seperti itu sebelumnya.Dan sampai hari ini dia selalu berkata hal-hal manis padaku.Baiklah,aku tidak tau apa artinya tapi aku sangat senang karenanya.
            ******************************************************
Sidney,Australia
On June,1st 2012
            “Aku ingin pulang,Josh.”Ucapku pada Josh via Telephone.
            “Hey,Why Babe?”Tanyanya.Terdengar dari suaranya dia sangat khawatir padaku.
            “Kau tau,aku selalu ditinggal sendirian dirumah sementara ayah dan ibu pergi meeting.Aku takut,bagaimana jika ada perampok yang akan membunuh ku?”Ucapku.Well,ini memang berlebihan tapi seriously!Aku takut sekali.
            Calm Down.Everything’s gonna be alright,Babe”Ucap Josh berusaha membuatku tenang.
            “Jika aku ada disana.Aku akan memelukmu,Vans”Tambahnya.Tak terdengar suara tertawa.Itu artinya dia serius?Aku memang biasa ditemaninya jika orang tuaku sibuk dengan pekerjaannya.Tapi ini,berbeda.
            “Oh hey,kau pulang 3 hari lagi kan?”Tanyanya mengalihkan topik pembicaraan.
            “Oh iya!Aku hampir lupa.”Jawabku.Aku benar-benar lupa kalau 3 hari lagi aku akan kembali ke Beverly Hills.Bertemu dengan Josh.
            “Bagus.Aku akan menjemputmu lagi dibandara dan aku akan memberikan mu sesuatu yang tak pernah kau bayangkan!Sesuatu yang sudah lama kau tunggu.Dan kau benar kalau aku tak perlu mencari pacar,karena tanpa aku sadari gadis yang selalu didekatku adalah yang terbaik”Ucap Josh.Aku tersenyum mendengarnya.Akhirnya dia sadar juga.
            “Oh ya?Aku tak sabar ingin pulang kalau begitu”Kataku yang terdengar sangat senang.
            “Sampai bertemu di Beverly Hills,Babe.I love you!
Hah?Apa?Apa yang Josh ucapkan terakhir?I Love you?Untuk ku?Ya tuhan!Penantianku,semuanya sudah berakhir.Josh juga mencintai ku.Dia sudah menunjukannya padaku selama aku di Sidney dan akan memperjelasnya di Bandara nanti.Aku benar-benar tak percaya.
            ************************************************************
Beverly Hills’s Airport
On June,4th 2012
            “Vanessa!”Suara itu lagi.Suara yang sama terdengar memanggilku seperti hari pertama aku pergi ke Australia.Suara Josh di Beverly Hills’s Airport terdengar lagi.Iya,aku sekarang sudah di Beverly Hills dan dalam hitungan menit dia akan mengatakan semuanya.Dia berjalan kearahku sambil menggenggam sebuah tangan.Tunggu?Apa?Sebuah tangan?
            “Hai,Vans!”Josh mengahampiriku sambil memelukku.
            I miss You!”Bisiknya.Aku tak membalas pelukannya.Yang kulihat hanyalah gadis di belakang Josh.Gadis yang tangannya digenggam Josh.Sarah Moretz,anggota tim Cheerleaders disekolah.
            “Hai,Vanessa.”Kata Sarah sambil memelukku ketika Josh melepaskan pelukan ku.Aku terdiam tak mengerti.Aku menatap Josh dengan pandangan sulit diartikan.Tapi Josh tau aku bingung,Jadi dia menjelaskan.
            “Vans,dia –kau sudah taulah- Sarah Moretz.Dia pacarku,Vans!” Josh menggenggam tangan Sarah saat berbicara,seolah tak mau terlepas.Dan senyuman Josh tak pernah hilang dari bibirnya.
            Pernah merasakan jatuh dari ketinggian 10.000 kaki?Itu yang kurasakan sekarang.Josh mengatakan Sarah adalah pacarnya?Jadi ini hal yang tak bisa kulupakan?Jadi ini gadis yang didekatnya?Bukan aku?Semua itu bukan untuk ku?Ya Tuhan ...
“Vanessa?Are You Okay?”Tanya Josh melambaikan tangannya didepan wajahku.
            Fine.I Just Tired.Well,see you tomorrow at school guys.”Aku menarik koper ku menjauh dari mereka dan masuk mobil.Aku tak peduli dengan tatapan bingung mereka,dengan panggilan Josh.Yang kurasakan sekarang hanya Sakit,sakit yang melebihi apapun.Aku tak pernah seperti ini ketika Josh mempunyai pacar baru.Tapi ini berbeda.Dia sebelumnya seolah memberiku sinyal bahwa dia mencintaiku.Dia perhatian padaku saat aku di Sidney tapi saat aku kembali?Dia malah menggandeng gadis lain.
            ***********************************************************
Beverly Hills
On June,5th 2012
            “Sudah kuduga kau disini,Baby”Seseorang duduk disampingku dirumah pohon yang dibuat ayah Josh.Kakinya dibiarkan menggantung bebas diudara.
            “Kau menangis.Ada apa,Vans?”Tanya lelaki itu –Josh-.
            “Tak apa.Aku baik.”Dustaku.Aku rasa lebih baik aku tetap menyimpan perasaan ku ini.
            “Aku..aku hanya takut..Josh..”Ucapku terbata-bata.Josh menatapku.
            “Takut?Takut apa?”Tanyanya bingung.
            “Aku..aku takut kau..kau akan melupakanku.Kau..akan...akan selalu menggenggam tangan Sarah dan tak pernah menggenggamku lagi.Aku takut semua..semua hal manis yang kau lakukan padaku ketika di Sidney adalah hal manis terakhir yang kau lakukan padaku.”Ucapku.Airmata ku menetes seiring hembusan angin.Tangan itu lagi.Tangan yang menggenggam tangan kananku erat.Seerat genggaman terakhir dirumah pohon ini.Tangan Josh.
            Listen.Aku tak mungkin seperti itu,Vans.Kau tetap yang terdekat denganku.Aku akan selalu menggenggam tanganmu,memelukmu,bermain denganmu disini.Aku akan tetap menjadi Josh-mu.”Katanya meyakinkanku.Airmataku mulai berhenti perlahan.
            “Aku tak mungkin melupakanmu.Kau sahabatku sejak 3 tahun lalu.Aku tak mungkin seperti yang kau katakan.”Tambahnya.
            Aku memeluk Josh.Memeluk Josh yang telah dimiliki orang lain.Josh yang sampai kapan pun tetap menjadi sahabatku.Josh yang tak pernah mengerti perasaanku.
            Promise?”Tanyaku dalam pelukannya.
            Sure,i’m promise”Jawabnya meyakinkanku.
            Kalian tau,Cinta itu butuh pengorbanan.Dan Cinta tak harus memiliki,kan?Aku mengorbankan sakitnya perasaan ku berkali-kali asal Josh bisa bahagia dengan pacarnya,siapaun itu.Aku rela menjadi ‘Tukang Pos’ Josh dan pacarnya,walau itu sangat sakit.Aku selalu membuat Josh baik dimata Pacarnya.Aku ikhlas melakukannya asal Josh bahagia.Aku ikhlas jika aku memang ditakdirkan hanya sebagai sahabatnya saja.Yang aku tidak mau adalah Kehilangan Senyuman Josh walau bukan aku yang membuatnya tersenyum ...

I will always here,waiting for you no matter what happens ...

So,well here's it my story.Maksud my story itu cerita ini selain karena gue yang ngarang tapi juga karena cerita ini itu pengalaman pribadi gue.Bedanya gue ga ampe pergi ke Sydney.Gue cuma pergi kemah dan cowok yang selama ini sahabatan ama gue care banget ama gue.Gue udah seneng dan berharap banget dia bakal nembak gue pas gue udah pulang.Eh taunya dia malah jadian ama cewek lain -____- JADI CERITA INI KHUSUS GUE BIKIN BUAT SAHABAT GUE YANG LAKI-LAKI BERINISIAL 'R' YANG UDAH PHP IN GUE.THANKS BANGET YAA , TANPA LO,CERITA INI GA AKAN JADI :D
Thanks for reading <3 

No comments:

Post a Comment